Kasus Campak di RSUD Brebes Melandai, Dokter Spesialis Ingatkan Risiko Komplikasi Fatal

 

dr. Aries Suparmiati, M.Sc, Sp.A adalah Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Brebes.

Kasus Campak di RSUD Brebes Melandai, Dokter Spesialis Ingatkan Risiko Komplikasi Fatal

Brebesjapenews.com - Tren penyebaran penyakit campak di RSUD Brebes menunjukkan penurunan signifikan. Hingga memasuki bulan ini, tercatat hanya tersisa empat pasien anak yang masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut.

Meskipun angka pasien menurun, pihak RSUD Brebes tetap memberlakukan protokol ketat dengan menyediakan ruang isolasi khusus yang terpisah dari bangsal anak umum guna memutus rantai penularan.

Waspada Penularan via Droplet dan Kontak Fisik

Menurut Direktur RSUD Brebes drg Adhi Supriadi Mkes melalui Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan dr. Aries Suparmiati, M.Sc., Sp.,

Dokter Spesialis Anak RSUD Brebes menjelaskan bahwa virus campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Virus ini menyebar melalui percikan cairan tubuh (droplet) saat penderita batuk atau bersin, serta melalui kontak fisik langsung.

Direktur RSUD Brebes

"Masyarakat diimbau untuk kembali memperketat protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan dan selalu menggunakan masker, terutama saat berada di kerumunan," ujar dr. Aris.

Beliau juga menekankan pentingnya isolasi mandiri bagi warga yang mulai merasakan gejala. Durasi isolasi yang disarankan berkisar antara 14 hingga 28 hari untuk memastikan virus tidak lagi menyebar ke lingkungan sekitar.

Kunci Pemulihan: Nutrisi dan Imun

Dalam menangani pasien campak, dr. Aris menjelaskan bahwa fokus utama medis adalah pemberian antivirus dan optimalisasi sistem imun pasien. Dukungan nutrisi menjadi faktor krusial dalam mempercepat masa penyembuhan.

Asupan Gizi: Pasien wajib mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Protein Tinggi: Sangat disarankan untuk meningkatkan asupan protein guna memperbaiki jaringan tubuh yang terdampak virus.

Ancaman Komplikasi: Dari Pneumonia hingga Meningitis

Munculnya kembali kasus campak di tengah masyarakat biasanya dipicu oleh penurunan cakupan imunisasi. Meski sering dianggap penyakit masa kecil biasa, campak menyimpan risiko komplikasi yang sangat berbahaya jika terlambat ditangani.

Beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai meliputi:

Gejala Awal: Ruam merah di seluruh kulit disertai batuk.

Pneumonia: Infeksi saluran pernapasan yang menyebabkan sesak napas.

Meningitis: Infeksi pada selaput otak yang dapat berakibat fatal atau kematian.

"Jangan tunggu sampai parah," tegas dr. Aris. Beliau mengingatkan para orang tua agar segera membawa anak ke rumah sakit jika sudah muncul gejala sesak napas. Penanganan dini adalah kunci utama untuk mencegah pasien jatuh ke kondisi komplikasi meningitis yang mematikan.


Reporter Teguh 

Post a Comment

Previous Post Next Post