Warga Keluhkan Kualitas Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG): Ayam Keras hingga Rasa Hambar


Warga Keluhkan Kualitas Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG): Ayam Keras hingga Rasa Hambar


BREBESjapenews.com - Implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan mulai mendapatkan sorotan dari masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Ibu Belly (32), warga Bojong, RT 06/RW 02, mengungkapkan sejumlah catatan kritis terkait kualitas dan variasi menu yang dibagikan kepada anak-anak.

Dalam wawancara eksklusif hari Selasa 31 Maret 2026 di aula kantor Desa Bojong , Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Ibu yang memiliki dua anak berusia balita dan sekolah dasar ini menyoroti tekstur lauk pauk yang dinilai kurang ramah untuk dikonsumsi anak kecil. Ia mengeluhkan kondisi daging ayam yang diolah terlalu keras sehingga sulit dikunyah oleh anaknya yang masih berusia 4,5 tahun.

"Daging ayamnya keras sekali, anak balita saya kesulitan makannya. Selain tekstur, rasanya juga cenderung hambar atau anyep. Kami paham untuk anak-anak bumbu jangan terlalu tajam, tapi kalau terlalu hambar anak-anak justru jadi malas makan," ungkap Ibu Belly.

Sayuran dan Buah Dinilai Kurang Variatif

Tak hanya soal lauk, variasi sayuran juga menjadi poin penting yang disoroti. Menurutnya, menu sayur yang diberikan selama ini sangat monoton dan kurang menggugah selera karena hanya berupa sayuran rebusan seperti buncis dan timun.

Ia menyarankan agar pihak pengelola lebih kreatif dalam mengolah menu sayuran agar anak-anak tidak merasa bosan.

"Harapannya jangan cuma rebusan saja. Bisa dibuat sayur sop atau sayur bening yang lebih segar. Begitu juga dengan buah, kadang hanya pisang uli satu buah. Mungkin bisa diselingi dengan jeruk atau buah lainnya agar lebih bervariasi," tambahnya.

Harapan Peningkatan Kualitas

Secara umum, warga berharap program yang sangat baik ini didukung dengan pengawasan kualitas pangan yang lebih ketat. Masyarakat menginginkan adanya peningkatan dalam aspek:

Tekstur Makanan: Harus disesuaikan dengan kemampuan kunyah anak (lebih lunak).

Keberagaman Menu: Variasi sayur dan buah yang lebih menarik.

Cita Rasa: Penyesuaian rasa yang pas agar anak-anak tetap nafsu makan tanpa mengesampingkan nilai gizi.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak terkait dapat mengevaluasi penyedia jasa boga atau dapur umum agar tujuan utama program Makanan Bergizi Gratis untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan anak dapat tercapai secara maksimal.

Reporter teguh

Post a Comment

Previous Post Next Post