*Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) "Medina Harmoni Nusantara" di Brebes: Program Gizi Berkelanjutan Siap Layani Ribuan Siswa*
Brebes - japenews.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( (SPPG) dengan nama Medina Harmoni Nusantara yang berlokasi di Jalan Pabuaran Nomor 30, RT 3, RW 5, Kelurahan Kalikasa Kulon, Brebes, resmi melakukan peresmian dan pemotongan tumpeng pada Hari ini Sabtu, 6 Desember 2025], menjelang peluncuran operasionalnya. SPPG ini merupakan mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyukseskan program penyediaan gizi bagi pelajar di wilayah Brebes.
Mulai Beroperasi dan Melayani 1.400 Siswa
Dalam wawancara eksklusif, pemilik SPBG, Bapak Gufron, menyampaikan bahwa fasilitas ini direncanakan mulai mendistribusikan makanan gizi pada Senin, Tanggal Peluncuran, perdana pada 8 Desember 2025.
"Saat ini, kita baru dapat 11 sekolah yang sudah MoU, meskipun ada yang lokasinya cukup jauh, maksimal rutenya 7 kilometer," jelas Bapak Gufron.
Total penerima manfaat dari 11 sekolah tersebut di tahap awal ini mencapai kurang lebih 1.400 hingga 1.440 siswa. Sekolah-sekolah yang tercakup antara lain SD dan MI di Kaligangsa Kulon, Kaligangsa Wetan, MI ,MTS.
Dikelola 46 Relawan dan Staf Profesional
Untuk menjamin kualitas dan kelancaran program, SPBG Medina Harmoni Nusantara merekrut sejumlah besar tenaga kerja lokal.
"Karyawan sementara ini mengikuti Petunjuk Teknis (Juknis) dari BGN, dengan total 42 relawan dan 6 staf inti," terang Bapak Gufron.
Staf inti ini termasuk tenaga profesional seperti:
Satu Ahli Gizi
Satu Akuntan
Kepala Dapur
Asisten Administrasi
Bapak Gufron yang dulunya berlatar belakang di bisnis kuliner, menekankan bahwa kunci keberhasilan adalah menyerahkan pekerjaan pada ahlinya, sementara dirinya berperan sebagai penyedia manfaat.
Suka Duka Membangun dalam 40 Hari
Pembangunan SPBG ini merupakan inisiatif pribadi yang didirikan di atas lahan miliknya sendiri. Bapak Gufron mengakui bahwa proses pembangunan dilakukan dengan percepatan luar biasa.
"Ini termasuk periode kedua, dan saya ikut seminar di Semarang dan Jogja. Saya mendapat jatah 40 hari untuk membangun fasilitas ini dari nol. Suka dukanya luar biasa karena ini percepatan," ujar beliau.
Total investasi yang digelontorkan untuk pembangunan fasilitas dan pengadaan mobil distribusi mencapai angka yang fantastis, yaitu hampir Rp 2 Miliar. Modal tersebut didapatkan dari sebagian tabungan pribadi dan sebagian pinjaman dari perbankan.
Duka terbesar yang dihadapi adalah sulitnya mencari tenaga ahli gizi.
"Susah nyari ahli gizi. Saya sampai harus menunggu hampir satu bulan. Malam dapat informasi, langsung saya jemput ke Yogjakarta, karena di sini sedang kosong. Ketersediaan ahli gizi ini yang membuat operasional yang seharusnya dimulai 24 November, akhirnya mundur sampai hari ini," kenangnya.
Harapan: Lancar, Berkah, dan Berkelanjutan
Meskipun menghadapi tantangan, Bapak Gufron menyatakan rasa suka yang mendalam karena bisa membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran.
"Niat tujuan saya untuk ibadah, untuk memberi manfaat kepada orang lain, dan menyukseskan program Bapak Prabowo," tegasnya.
Bapak Gufron optimis bahwa program ini akan membawa dampak positif yang besar. Ia menambahkan bahwa seluruh kebutuhan bahan baku, termasuk beras dan cabai yang sedang naik, sudah diamankan dari pasar lokal Brebes.
"Harapan SPBG ini biar ke depannya makin lancar, berkah, dan programnya makin berkelanjutan. Ini sangat membantu sekali bagi siklus dan perputaran ekonomi, terutama bagi sektor pertanian dan perdagangan lokal," tutup Bapak Gufron.
Red/Teguh