dr Dedy Iskandar Z Kabid Kesmas Dinkes Brebes
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Brebes Perkuat Sinergi Klinis dan Cegah Infeksi
Infeksi Jadi Ancaman Nyata, Dinkes Brebes dan RSUD Gencarkan Pendampingan Maternal Perinatal
BREBES — japenews.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes terus bergerak cepat menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Pada Kamis, 4 Agustus 2026, Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes dr. Heru Padmonobo, M.Kes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Brebes, dr. Dedy Iskandar Z, memimpin langsung agenda pendampingan klinis bersama jajaran RSUD Brebes. Langkah strategis ini fokus pada penanganan komprehensif Maternal Perinatal serta pencegahan infeksi (konversi infeksi) pada ibu hamil dan balita.
Infeksi Jadi Ancaman Nyata Ibu Hamil
Dalam pemaparannya, dr. Dedy Iskandar mengungkapkan fakta krusial bahwa kasus infeksi kini menempati peringkat ketiga sebagai penyebab tertinggi kematian ibu dan anak di Brebes. Posisi ini membayangi dua penyebab klasik lainnya, yaitu pendarahan hebat di urutan pertama dan eklamsia (kejang akibat tekanan darah tinggi) di urutan kedua.
Pendampingan ini menggalang sinergi lintas sektor secara masif. Program ini melibatkan jaringan pendukung kemanusiaan seperti Home Foundation dan Samari Brebes, serta berkolaborasi ketat dengan deretan puskesmas dan rumah sakit di seluruh wilayah Brebes.
Tren Kematian Ibu Menurun
Meskipun tantangan di lapangan cukup berat, dr. Dedy membawa kabar optimistis. Angka kematian ibu hamil di Kabupaten Brebes tahun ini tercatat sebanyak 19 kasus. Jika dibandingkan dengan data tahun lalu, grafik menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini dinilai sebagai buah manis dari pengetatan pengawasan kehamilan risiko tinggi sejak di tingkat fasilitas kesehatan primer.
Pengalaman Birokrasi dr. Dedy Iskandarh
Sebagai pejabat yang kini menduduki kursi Eselon III di Dinkes Brebes, dr. Dedy Iskandar memiliki rekam jejak lapangan yang kuat. Ia dikenal sangat memahami peta kerawanan kesehatan di wilayah Brebes selatan karena pernah mendedikasikan dirinya sebagai Kepala Rumah Sakit kelas 2 B Bumiayu. Pengalaman tersebut kini ia terapkan untuk merancang intervensi kebijakan publik yang lebih tepat sasaran.
Pemetaan Fasilitas Rujukan di Brebes
Guna memperkuat jejaring rujukan Maternal Perinatal, Dinkes Brebes mengoptimalkan infrastruktur medis yang ada. Saat ini, Brebes memiliki 2 Rumah Sakit Umum Daerah utama, yang didukung secara spesifik oleh 2 Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA). Fasilitas khusus penanganan ibu dan anak tersebut meliputi:
RSIA Nuzula
RSIA Permata Insani
Integrasi pelayanan antara Puskesmas, Rumah Sakit Ibu dan Anak, serta Rumah Sakit Umum Daerah ini diharapkan mampu memangkas waktu respons penanganan darurat, sehingga target zero accident pada persalinan di Brebes dapat segera terwujud.
Reporter Teguh

