Keluhkan Penjualan yang Kian Sepi, Pedagang Dawet Ayu Asal Banjarnegara Ini Ceritakan Pasang Surut 43 Tahun Berjualan
Kisah Harjo: 43 Tahun Merantau Jualan Dawet Ayu, Kini Sudah Jadi Mbah Buyut
Tegal – japenews.com - Kisah perjuangan seorang perantau tangguh datang dari Harjo, warga asli Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melestarikan kuliner tradisional. Pria berusia 70 tahun ini tercatat sudah 43 tahun berjualan dawet ayu, minuman khas dari daerah asalnya.
Kepada awak media, hari Minggu 6 September 2026 Harjo menceritakan bahwa perjalanan merantaunya dimulai dari Ibu Kota Jakarta selama 25 tahun, sebelum akhirnya memutuskan pindah dan mengadu nasib di Kota Tegal selama 18 tahun terakhir.
Perubahan Zaman dan Sepinya Pembeli
Menjalani profesi sebagai pedagang kaki lima selama hampir setengah abad membuat Harjo merasakan betul pasang surut dunia usaha. Ia mengeluhkan kondisi penjualan dawet ayu saat ini yang jauh berbeda dengan masa lalu. Menurutnya, peminat dawet ayu zaman dahulu jauh lebih banyak dibandingkan sekarang.
"Penjualan kalau lagi banyak sekitar Rp200.000 bisa disimpan. Kalau sepi, ya paling hanya balik modal dan untung sedikit," keluh Harjo saat ditemui awak media.
Bertahan demi Keluarga di Kampung Halaman
Rasa rindu pada kampung halaman terpaksa sering ia tahan demi mengais rezeki. Harjo mengaku hanya bisa pulang ke Banjarnegara satu bulan sekali, atau bahkan kadang dua bulan sekali.
Meski hidup di perantauan dengan penuh keterbatasan, Harjo merupakan seorang kepala keluarga yang sukses membesarkan anak-anaknya. Saat ini, ia memiliki dua orang anak yang semuanya telah berkeluarga. Kebahagiaannya pun kian lengkap karena salah satu dari cucunya kini telah memberikan cicit, yang menjadikannya seorang mbah buyut di usianya yang senja.
Perjuangan Harjo menjadi bukti nyata kegigihan seorang penutur tradisi kuliner Banjarnegara yang tidak pernah lelah bertahan di tengah gempuran zaman dan modernisasi minuman kekinian.
Reporter Teguh

