Tragedi Minggu Pagi di Brebes: Gedung Hogwan Ambruk, Dua Bocah Tewas Saat Tidur Dua Anak

 


Tragedi Minggu Pagi di Brebes: Gedung Hogwan Ambruk, Dua Bocah Tewas Saat Tidur Dua Anak 



BREBESjapenews.com - Gedung Hogwan, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambruk pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Insiden tragis ini mengakibatkan dua anak meninggal dunia dan tiga rumah warga mengalami kerusakan parah setelah tertimpa material bangunan yang runtuh.

Kedua korban meninggal diidentifikasi bernama Nara (4) dan Arfa (6). Mereka merupakan anak dari Feti, salah satu warga yang rumahnya hancur tertimpa reruntuhan. 

Berdasarkan keterangan otoritas setempat, kedua korban sedang tertidur pulas di dalam kamar saat peristiwa maut tersebut terjadi.

Pencarian Korban Berlanjut Menggunakan Alat Seadanya Hingga Minggu siang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes bersama TNI, Polri, dan warga sekitar masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Upaya pencarian dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan alat berat.

Material puing-puing bangunan yang berhasil dievakuasi langsung diangkut menggunakan dua unit dump truck untuk membuka akses penyelamatan.

Koordinator Penanganan Bencana BPBD Kabupaten Brebes Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko, menjelaskan bahwa pencarian intensif ini dilakukan menyusul adanya laporan warga terkait potensi adanya korban lain.

"Kami menerima informasi bahwa area sekitar gedung dan Jalan Lapangan Asri ini kerap menjadi jalur aktif warga untuk berolahraga atau jogging, terutama pada Minggu pagi. 

Oleh karena itu, evakuasi material dipercepat guna memastikan tidak ada warga atau pesepeda yang tertimbun puing," ujar Budi di lokasi kejadian, Minggu (30/8).

Tiga Rumah Rusak BeratDampak dari ambruknya gedung tua ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan pemukiman di sekitarnya.

Tercatat ada tiga rumah warga yang mengalami kerusakan struktural sangat parah, yaitu rumah milik:Feti (orang tua korban meninggal)MartoImamSaat ini, petugas kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Pihak berwenang mengimbau keras agar warga tidak mendekati area perimeter reruntuhan karena kondisi sisa bangunan yang dinilai masih labil dan berbahaya.

Sekilas Tentang Gedung Hogwan Gedung Hogwan dikenal masyarakat Bumiayu sebagai salah satu bangunan tua bernilai sejarah tinggi. 

Berdasarkan catatan sejarah lokal, bangunan ini awalnya merupakan bekas pabrik tepung tapioka yang didirikan pada masa kolonial Belanda.Setelah lama tidak beroperasi, gedung tersebut dialihfungsikan oleh masyarakat setempat sebagai tempat olahraga dan fasilitas latihan bulu tangkis sebelum akhirnya dilaporkan rapuh dan ambruk pada Minggu pagi.

 

Reporter Teguh

Post a Comment

Previous Post Next Post