SMKN 1 Songgom Brebes Soroti Isu Seragam Rp 2,1 Juta dan Rp 20.000 Iuran Karnaval

 

Foto SMKN 1 SONGGOM


SMKN 1 Songgom Brebes Soroti Isu Seragam Rp 2,1 Juta dan Rp 20.000 Iuran Karnaval


Sikap Sekolah: Humas membantah menjual seragam secara langsung dan menegaskan SPP gratis.


BREBESjapenews.com - SMK Negeri 1 Songgom hingga saat ini belum mendapatkan program revitalisasi bangunan dari pemerintah meskipun pihak sekolah telah mengajukan proposal pengajuan resmi sejak lama.

Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 2015 di Kabupaten Brebes ini sekarang memiliki lebih dari 500 siswa. Seluruh siswa tersebut terbagi ke dalam 18 rombongan belajar (rombel), dengan rincian masing-masing tingkatan kelas 10, 11, dan 12 memiliki 6 rombel.

Haris Maulana ST Humas SMKN 1 SONGGOM


Humas SMK Negeri 1 Songgom, Haris Maulana, membenarkan status pengajuan revitalisasi tersebut yang belum terealisasi hingga Kamis (20/8/2026). Selain masalah fasilitas, sekolah ini juga menjadi sorotan terkait biaya seragam bagi siswa baru kelas 10. Berdasarkan keterangan dari sejumlah orang tua wali murid, siswa baru dikenakan biaya paket seragam sekitar Rp 2,1 juta untuk perempuan dan sedikit di bawah nominal tersebut untuk laki-laki. Biaya tersebut dialokasikan untuk 5 setel pakaian, meliputi seragam OSIS, Pramuka, wearpack, olahraga, dan batik.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai dugaan komersialisasi seragam, Haris Maulana mengelak bahwa pihak sekolah menjual pakaian tersebut secara langsung kepada siswa. Ia menyarankan agar informasi mengenai pembelian baju ditanyakan ke pihak luar sekolah.

Haris menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya SPP sama sekali di SMK Negeri 1 Songgom, sesuai dengan aturan ketat dan larangan dari Gubernur Jawa Tengah. Koperasi yang ada di lingkungan sekolah pun diklaim hanya beroperasi untuk memenuhi kebutuhan para guru dan karyawan.

Meski membebaskan biaya SPP, pihak sekolah membenarkan adanya iuran sebesar Rp 20.000 yang dibebankan kepada hampir seluruh siswa. Iuran tersebut ditarik untuk mendanai kegiatan partisipasi siswa dalam acara karnaval.


Reporter Teguh

Post a Comment

Previous Post Next Post