KEMENTAN DORONG MODERNISASI PERTANIAN: DIRJEN PSP DAN DPKP BREBES SOSIALISASIKAN TEKNOLOGI PENABURAN LANGSUNG DI MARGASARIMARGASARI,
BREBES – japenews.com - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat transformasi digital dan mekanisasi pertanian di tingkat daerah.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui kunjungan kerja dan sosialisasi teknologi modern untuk metode penaburan benih langsung (Tabela) yang digelar di Desa Kedungsugih, Kecamatan
Margasari.Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah, S.TP, M.T., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, S.Pt, M.Pt., serta Kepala Bidang Tanaman Pangan, Abdul Karim. Pertemuan tatap muka ini melibatkan puluhan perwakilan kelompok tani (poktan) setempat yang antusias menyambut pembaruan sistem tanam tersebut.Dalam arahannya, Dirjen PSP Kementan Andi Nur Alamsyah menekankan bahwa penggunaan alat penabur benih langsung modern (seperti mesin drum seeder atau drone pertanian) menjadi jawaban atas tantangan kelangkaan tenaga kerja tanam dan upaya efisiensi biaya produksi.
"Teknologi penaburan langsung secara modern ini mampu memangkas waktu kerja secara signifikan jika dibandingkan dengan metode tanam manual piringan atau tancap tradisional. Kementan berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan prasarana ini demi mengejar percepatan tanam dan menjaga stabilitas pasokan pangan," ujar Andi Nur Alamsyah di hadapan para petani.Sejalan dengan pusat, Kepala DPKP Brebes Hendri Adi Komara menyatakan kesiapan daerahnya dalam mengawal implementasi teknologi ini di lapangan.
Wilayah Margasari dinilai memiliki potensi lahan pertanian yang sangat strategis untuk mengadopsi sistem mekanisasi modern secara massal."Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari jajaran kementerian.
Dengan adopsi teknologi penaburan langsung ini, petani di Desa Kedungsugih diharapkan dapat menekan biaya operasional upah tanam hingga 40 persen, sekaligus meningkatkan presisi jarak tanam," kata Hendri Adi Komara.Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Abdul Karim menambahkan bahwa pihak dinas akan segera menurunkan tim penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk memberikan pendampingan teknis secara intensif.
Pendampingan ini krusial agar para kelompok tani dapat mengoperasikan, merawat, dan memaksimalkan output dari bantuan stimulan teknologi prasarana yang diberikan oleh pemerintah pusat.Acara ditutup dengan peragaan langsung (demplot) pengoperasian alat penabur benih otomatis di atas lahan persawahan Desa Kedungsugih yang disaksikan bersama oleh seluruh jajaran pejabat dan anggota kelompok tani yang hadir.
Reporter Teguh
