Dua Versi Kebakaran Hutan Pinus Kedungoleng: Warga Tuding Pembiaran, BPD Sebut Ada Upaya Pemadaman

 


Dua Versi Kebakaran Hutan Pinus Kedungoleng: Warga Tuding Pembiaran, BPD Sebut Ada Upaya Pemadaman.


BREBESjapenews.com - Peristiwa kebakaran di lahan tebangan hutan pinus Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes memicu polemik di tengah masyarakat. Insiden yang terjadi pada Minggu sore tersebut memunculkan dua versi informasi yang bertolak belakang antara keresahan warga dengan klarifikasi dari pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD).Tudingan Pembiaran dan Keresahan Warga.


Menurut informasi awal yang beredar di kalangan masyarakat, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wanadadi, DS, diduga melakukan pembiaran saat titik api pertama kali muncul sekitar pukul 17.00 WIB.

Seorang saksi mata mengklaim sempat bertemu DS di lokasi dan mengingatkannya untuk memadamkan api yang saat itu masih berskala kecil. Namun, DS diduga enggan merespons cepat. 

Akibatnya, api merembet luas dan nyaris menjangkau pemukiman warga di Dukuh Sesepan, Desa Purwatan.Dampak kebakaran ini langsung memicu kerugian bagi para penyadap getah pinus setempat. .

Momentum ini juga membuka tabir keresahan warga terkait transparansi pengelolaan lahan tebangan pinus oleh pihak Perhutani dan LMDH, yang disinyalir tidak merata.

Aparat Gabungan Jinakkan ApiKobaran api akhirnya berhasil dilokalisir setelah petugas gabungan turun tangan ke lokasi kejadian. 

Upaya pemadaman dipimpin oleh personel Polsek Paguyangan (Bripka Galih, Bripka Rizal, dan Bripka Yuda), tim Damkar (Pak Budi dan Pak Adrun), serta Mantri Kehutanan Perhutani, Pak Cahyo, bersama jajaran mandor. 

Warga mendesak Pemdes Kedungoleng dan Polsek Paguyangan objektif mengusut kejadian ini demi menghindari isu miring terkait kedekatan pengurus LMDH dengan Kepala Desa Kedungoleng, Tasir.Klarifikasi BPD: Sudah Ada Upaya Pemadaman Bersama PemudaDi sisi lain, anggota BPD Desa Kedungoleng, Yatno, memberikan klarifikasi tegas bahwa narasi pembiaran tersebut tidak benar. Menurut Yatno, Ketua LMDH, Kusnandar, justru telah melakukan upaya maksimal untuk memadamkan api sejak Minggu sore."Kejadian sebenarnya tidak seperti itu. 

Ketua LMDH, Pak Kusnandar, bersama Pak Darso sudah berusaha mematikan api. Saya sendiri bahkan ikut memadamkan pada Minggu sore hingga api sudah tidak terlihat lagi," ujar Yatno.

Yatno menambahkan, usai memadamkan titik api awal, Kusnandar dan Pak Darso sempat berpapasan dengan pemuda setempat, Rian dan Galuh, yang menyatakan kondisi sudah aman. Namun, faktor alam membuat situasi berubah keesokan harinya.

 Pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB, api kembali berkobar hebat dan menghanguskan sedikitnya tiga pohon pinus di area tersebut.


Reporter: Teguh

Post a Comment

Previous Post Next Post