Siswa Tidak Wajib Beli Seragam !!! Ini Klarifikasi Resmi SMPN 1 Tanjung Brebes
Patuhi Anjuran Bupati, SMPN 1 Tanjung Tekankan Tidak Ada Pemaksaan Pembelian Seragam
BREBES – japenews.com - Pihak manajemen SMP Negeri 1 Tanjung, Kabupaten Brebes, memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang beredar mengenai kewajiban bagi siswa baru untuk membeli paket pakaian seragam di sekolah. Kabar tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.
"Mulyaningsih SPd MPd Kasek SMPN 1 Tanjung"Kepala SMPN 1 Tanjung,Mulyaningsih S.Pd. M.Pd menegaskan bahwa sekolah sama sekali tidak melakukan pemaksaan dalam pengadaan pakaian seragam bagi peserta didik baru. Kebijakan ini berjalan selaras dengan instruksi dan anjuran Bupati Brebes yang melarang pihak sekolah mewajibkan atau memaksakan pengadaan seragam di lingkungan sekolah.
"Terkait informasi bahwa siswa diwajibkan membeli pakaian (seragam) di sekolah, itu sama sekali tidak benar. Sebagai instansi di daerah, kami berkomitmen penuh untuk mengikuti aturan kepala daerah yang berlaku," ujar Mulyaningsih S.Pd. M.Pd.
Batik Identitas Lokal dan Seragam Olahraga
Meski membebaskan pembelian seragam umum, pihak sekolah memberikan penjelasan mengenai dua jenis pakaian khusus, yaitu:
Batik Salem (Identitas Khas): Sekolah memiliki batik identitas khusus berupa Batik Salem yang diproduksi langsung oleh perajin lokal dari Salem. Penggunaan batik ini bertujuan untuk mempromosikan dan membesarkan produk lokal Kabupaten Brebes. Motifnya bersifat khas karena memuat identitas SMPN 1 Tanjung dan tidak dijual di pasar bebas. Keunggulannya, saat Hari Batik Nasional, siswa tidak perlu membeli batik baru lagi dan bisa langsung mengenakan batik harian tersebut.
Pakaian Olahraga: Untuk seragam olahraga, pengadaannya memang dikoordinasikan oleh pihak sekolah demi keseragaman model, warna, dan ukuran bagi seluruh siswa, yang mana tidak tersedia di toko-toko luar.
Bebas Beli di Luar, Kelola Lewat Koperasi
Untuk jenis seragam reguler lainnya (seperti OSIS dan Pramuka), pihak sekolah membebaskan penuh keputusan kepada orang tua murid.
Jika ada orang tua yang ingin memesan secara praktis di sekolah, pihak sekolah mengarahkannya melalui Koperasi Sekolah. Namun, jika orang tua memilih untuk membeli sendiri di toko luar atau menjahit sendiri sesuai kemampuan finansial mereka, pihak sekolah sangat mempersilakan. Sekolah hanya menyediakan atribut wajib yang sulit didapatkan di luar, seperti logo SMPN 1 Tanjung dan atribut nama siswa.
Terkait nominal harga paket batik identitas dan seragam olahraga, pihak sekolah menegaskan tidak memegang data anggaran tersebut karena pengelolaan dan teknisnya sepenuhnya diserahkan kepada pihak Koperasi Sekolah.
Peminat Membeludak pada PPDB 2026/2027
Di sisi lain, SMPN 1 Tanjung tetap menjadi salah satu sekolah favorit yang sangat diminati masyarakat pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Berdasarkan data sekolah, kuota daya tampung yang tersedia hanya untuk 320 siswa yang terbagi ke dalam 10 kelas sesuai dengan ketentuan Dapodik. Sementara itu, jumlah pendaftar membeludak hingga mencapai 600-an siswa (dengan peminat murni sekitar 550-an siswa). Keterbatasan kuota ini membuat pihak sekolah terpaksa menyeleksi ketat dan melimpahkan banyak pendaftar ke sekolah lain.
Dengan adanya penjelasan resmi ini, pihak sekolah berharap masyarakat tidak lagi termakan oleh informasi keliru yang beredar di luar lingkungan sekolah.
Reporter: Teguh


