Amir Al Fauzi kepala sekolah SMPN 7 Kota Tegal
Selama 6 angkatan 2019-2024 sebelum ada ujian lagi, murid dibuat nyaman tapi lemah secara akademis
Brebes - japenews.com - Tentang termonologi guru lama dan guru baru Hal ini diakui oleh Kepala Sekolah SMP 7 Kota Tegal Amir Al Fauzi hari Sabtu 23 Mei 2026 bahwa ada perbedaan .
Semenjak covid tidak ada ujian, Baru kali ini ada ujian lagi , kalau murid zaman dulu murid seolah di paksakan Harus berpikir terus pelajaran yang sudah diberikan guru.
Sejak 2019 hingga TKA kemarin 2019-2020-2021 2022-2023-2024, atau 6 angkatan tidak ada ujian, siswa dan pelajar terasa nyaman.
Sehingga menurut penilaian saya murid-murid di angkatan itu ada beberapa yang nilai akademisnya menurut saya lemah.
Dengan adanya ujian akhir seperti ini walaupun bukan syarat kelulusan, tapi untuk mengukur baik secara sekolah maupun secara nasional.
Dari wawancara dengan kepala sekolah SMP 7 Kota Tegal ditarik simpulan bahwa:
Poin Utama Analisis
Zonanyaman Siswa: Ketiadaan ujian tertulis berskala besar sejak masa pandemi COVID-19 membuat tekanan belajar menurun, sehingga siswa merasa lebih santai.
Penurunan Mutu Akademis: Kurangnya evaluasi standar yang ketat berdampak pada melemahnya daya juang belajar dan kemampuan akademis sebagian siswa.
Fungsi Ujian Baru: Ujian akhir yang kembali diadakan saat ini tidak lagi menentukan kelulusan secara mutlak, melainkan berfungsi sebagai alat ukur mutu pendidikan sekolah dan pemetaan nasional.
Dampak Perubahan Sistem Evaluasi
Sisi Positif: Mengurangi stres berlebih pada siswa dan memberikan ruang bagi pengembangan karakter di luar nilai angka.
Sisi Negatif: Guru kesulitan mengukur standar kompetensi riil siswa secara objektif antardaerah tanpa adanya ujian yang seragam.
By : teguh
