Kunarto kepala BNN kota Tegal
BNN Kota Tegal Ungkap Fenomena "Zombie" di Kalangan Pelajar: Narkoba Sasar Pesantren hingga Anak SD
TEGAL – japenews.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal, Kunarto, Selasa 22 April 2026 mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait tren penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kalangan remaja. Berdasarkan temuan di lapangan, narkoba kini telah menyusup jauh ke berbagai lapisan pendidikan, mulai dari sekolah umum, lingkungan pesantren, hingga anak usia sekolah dasar.
Faktor Pemicu: Dari Teman hingga Masalah Keluarga
Kunarto menjelaskan bahwa faktor lingkungan memegang peran paling krusial. Banyak pelajar tingkat SMP dan SMA yang terjerumus karena pengaruh teman sebaya.
"Ada kasus anak kelas 6 SD yang sudah mulai mengonsumsi karena pengaruh lingkungan dan diajak temannya. Selain itu, terbentuknya komunitas atau kelompok nongkrong di sekolah-sekolah menjadi sarana cepat penyebaran obat-obatan ini," ujar Kunarto.
Selain faktor sosial, masalah personal seperti konflik di rumah atau hubungan yang tidak harmonis dengan orang tua sering kali memicu anak mencari pelarian melalui zat berbahaya. Secara psikologis, obat-obatan tersebut memberikan efek adrenalin dan rasa percaya diri semu, yang seringkali membuat penggunanya menjadi agresif bahkan berani melawan petugas.
Pesantren Bukan Lagi Zona Aman
Kunarto menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi "zona bebas narkoba". Semua kalangan bisa menjadi sasaran, termasuk institusi pendidikan berbasis agama seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Pesantren.
Narasumber berbagi pengalaman saat bertugas di Jawa Tengah, di mana ia pernah menangani langsung kasus yang melibatkan santri. Hal ini membuktikan bahwa narkoba bisa menyusup ke tempat yang selama ini dianggap paling aman. Merespons hal tersebut, BNN berencana memperkuat kolaborasi dengan Departemen Agama untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan intensif di lingkungan pesantren.
Edukasi Melalui "Dampak Nyata"
Dalam upaya pencegahan, BNN Kota Tegal menekankan dua materi utama dalam setiap sosialisasi kepada remaja:
Dampak Kesehatan secara Visual: Pelajar diperlihatkan rekaman video nyata tentang kondisi pecandu yang sedang mengalami sakau. Tujuannya agar mereka melihat dampak fisik dan mental yang mengerikan, di mana pengguna bisa terlihat seperti "zombie".
Dampak Hukum yang Nyata: BNN memberikan peringatan keras melalui contoh kasus terkini, seperti seorang siswa SMP di Kota Tegal yang ditangkap karena menjadi pengedar. Meskipun hak pendidikannya tetap difasilitasi, siswa tersebut kini harus menjalani proses hukum di Lapas Tegal.
Melalui pendekatan ini, diharapkan para remaja sadar bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan secara permanen, tetapi juga menghancurkan masa depan melalui konsekuensi hukum yang berat.
Reporter: Teguh
Narasumber: Kunarto (Kepala BNN Kota Tegal)
