Verifikasi Data ATS dan Transparansi Dana BOP Jadi Fokus Utama Penataan PKBM di Brebes
Verifikasi Data ATS dan Transparansi Dana BOP Jadi Fokus Utama Penataan PKBM di Brebes
Brebes – japenews.com - Upaya pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Brebes kini tengah menjadi sorotan tajam. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) menekankan pentingnya validasi data riil di lapangan guna memastikan program pendidikan kesetaraan tepat sasaran dan bukan sekadar formalitas seremonial.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bapak Sutaryono, SH., M.Si Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes melalui Kabid PAUD-PNFI Dindikpora Brebes, Herkusnadi SPd , dalam diskusi terbaru mengenai penataan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan penanganan ATS di wilayah tersebut, Rabu (4/3/2026).
Berikut adalah empat poin utama yang menjadi fokus pembenahan:
1. Menguji Validitas Angka 30 Ribu ATS
Satu hal yang menjadi urgensi utama adalah verifikasi angka 30.000-an ATS yang sempat mencuat ke publik. Herkusnadi menekankan perlunya kejelasan sumber data, apakah merujuk pada Dapodik, SIPBM (Sistem Pendataan Berbasis Masyarakat), atau Sosial Data Bappeda. Langkah ini krusial untuk memastikan pengambilan kebijakan tidak didasarkan pada data usang, melainkan pada proyeksi data tahun 2025-2026 yang akurat.
2. Memastikan Siswa Belajar, Bukan Sekadar Nama
Penanganan ATS dan anak tidak sekolah (Drop Out) kini bergeser dari sekadar kuantitas rekrutmen menuju kualitas keberlanjutan. Pemerintah menaruh perhatian serius pada potensi data "di atas kertas", di mana siswa terdaftar di PKBM namun tidak mengikuti proses pembelajaran.
“Pemerintah berkomitmen memastikan anak-anak yang telah ditarik kembali ke sekolah benar-benar menjalani proses edukasi hingga tuntas, bukan sekadar memenuhi kuota seremoni,” ungkapnya.
3. Pengetatan Pengawasan melalui Tenaga Penilik
Guna menjamin kualitas pembelajaran, tenaga Penilik telah dikerahkan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 62 PKBM yang tersebar di Kabupaten Brebes. Meski banyak PKBM yang masih menggunakan fasilitas sederhana atau menumpang di bangunan TK, hal tersebut tidak boleh menyurutkan kualitas pengajaran.
“Fasilitas bukan hambatan utama. Yang terpenting adalah ketersediaan tempat duduk dan terjadinya proses transfer ilmu,” tambah Herkusnadi. Fakta di lapangan juga menunjukkan keberagaman peserta didik yang mencakup usia sekolah hingga warga belajar dewasa.
4. Klarifikasi Transparansi Dana BOP
Diskusi ini juga menjadi momentum untuk mengklarifikasi mekanisme penyaluran Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Ditegaskan bahwa anggaran tersebut disalurkan langsung dari Pemerintah Pusat ke rekening masing-masing PKBM, serupa dengan sistem Dana BOS.
Mekanisme direct transfer ini sekaligus menepis spekulasi miring mengenai adanya "dana miliaran" yang dianggap tidak transparan atau mengendap di instansi perantara. Dengan sistem ini, akuntabilitas penggunaan dana sepenuhnya berada di tangan pengelola 62 PKBM se kabupaten Brebes dan terpantau secara sistem.
Dengan tema motto kami minterna bocah tekan tuntas ( memintarkan anak sampai selesai )
Program Akselerasi Pendidikan Kabupaten Brebos dengan tujuan mengurangi Angka Putus Sekolah Jenjang Dewasa Paket A,B,C
Realisasi 2025
Kejar Paket A sebanyak 696 , Kejar Paket B sejumlah 5.482
Kejar Paket C sejumlah 2.523
DTS usia 22 s.d 55 Tahun
480 DTS Mandiri 3.900 Total Capaian: 13.081 Warga Belajar
Rep : teguh



Comments
Post a Comment