Nasib Tragis Penjual es tebu Hingga jari Tangannya Harus Diamputasi,

      
Nur Jamal kiri Suami korban , Siti Julaeha kanan

Nasib Tragis Penjual es tebu Hingga jari Tangannya Harus Diamputasi,  


Brebes - japenews.com - Kejadian tragis menimpa Siti Juleha (43), warga Desa Sigambir RT 2 RW 2, Kecamatan Brebes, yang mengalami kecelakaan kerja saat berdagang es tebu di pinggir jalan Desa Sigambir pada Rabu sore, 25 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Tangannya secara tidak sengaja masuk dan tergiling mesin pemeras tebu saat sedang melayani pembeli. 

Berikut adalah poin-poin berdasarkan keterangan korban di RSUD Brebes:

Lokasi Kejadian: Pinggir jalan Desa Sigambir, tempat rutin korban mangkal berjualan es tebu.

Waktu Kecelakaan: Rabu, 25 Februari 2026, pukul 17.00 WIB.

Kondisi Korban: Pada Jumat pagi, 27 Februari 2026, korban dalam kondisi sadar dan sedang menjalani perawatan intensif di salah satu ruang perawatan lantai 2 RSUD Brebes.

Penyebab: Kecelakaan murni akibat kurangnya kewaspadaan saat memasukkan batang tebu ke dalam mesin giling yang sedang berputar kencang. 

Hingga saat ini, pihak medis masih berupaya melakukan penanganan terbaik untuk memulihkan kondisi tangan korban.

Sementara Suaminya Korban Nur Jamal, penjual jasa trampolin di depan SD 1 Kedunguter, mencerminkan perjuangan warga yang mengalami kesulitan biaya perawatan di rumah sakit pasca-kecelakaan.

Berikut adalah poin-poin penting terkait situasi tersebut dan langkah yang dapat diambil:

1. Peran Direktur RSUD Brebes

Ia berharap Direktur RSUD Brebes yang memiliki kewenangan 

direktur yang memiliki otoritas untuk memberikan kebijakan khusus terkait pembebasan biaya bagi pasien tidak mampu, terutama dalam kasus darurat atau sosial yang mendesak. 

Pemerintah Kabupaten Brebes

2. Harapan kepada Bupati Brebes

3.semoga mendapatkan perhatian dari pejabat berwenang. Bupati Brebes sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan kesehatan di RSUD Brebes bagi warga tidak mampu. 

Report : teguh

Comments